Program CSR, Sinar Mas BSD Ajak Warga Kelola Sampah

warga-Griya-Loka-BSD-bersama-pengembang-Sinarmas-Land-melakukan-kegiatan-pengolahan-sampah-dengan-sistem-Komposting-Sabtu-8-10Upaya-itu-untuk-mengurangi-volume-sampah-di-perumahan-mereka

Sinar Mas Land (SML) melakukan sosialisasi komposting ke masyarakat di sejumlah wilayah rukun warga (RW) di Kota Tangerang Selatan. Sosialisasi yang merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) SML, melibatkan komunitas-komunitas penggiat lingkungan, akademisi, dan kalangan profesional, untuk memberi penjelasan dan praktik tentang cara mengolah sampah menjadi kompos.

Saat ini, komposting dirasakan menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dianggap sepele, mengingat permasalahan sampah telah menjadi persoalan pelik bagi masyarakat perkotaan. Kecamatan Serpong di Kota Tangerang Selatan dan Kecamatan Pagedangan di Kabupaten Tangerang, yang menjadi sasaran sosialisasi komposting SML, merupakan wilayah yang saat ini telah merasakan problem tersebut dalam kehidupan keseharian masyarakatnya.

“Dasar pemikiran kami mengadakan kegiatan sosialisasi komposting ini adalah agar masyarakat mau dan mampu mengolah sampah menjadi kompos, hingga dapat mengurangi dampak persoalan sampah di lingkungan mereka. Kepedulian akan pengolahan dan mereduksi sampah, harus dimulai dari lingkungan rumah tangga,” ujar Head of CSR SML, Idham Muchlis.

Pelaksanaan sosialisasi komposting dilaksanakan secara simultan pada Oktober-November 2016. Kegiatan ini melibatkan sejumlah komunitas, antara lain Karang taruna, Komunitas Peduli Lingkungan (Kopling) Tangsel, GP Ansor Tangsel, Komunitas Peduli Lingkungan Bukit Pamulang Indah (BPI), dan PePeling Kabupaten Tangerang.

Sosialisasi yang dilakukan, menurut Idham, adalah mengenalkan masyarakat pada dasar-dasar komposting. Warga diajak untuk mengenal komposter atau wadah berbentuk tong/tabung yang dijadikan wadah  penguraian sampah organik.

“Selanjutnya warga diberi pengarahan tentang langkah-langkah komposting selanjutnya, yaitu mencacah sampah organik, menambahkan cairan aktivator untuk mempercepat proses pembusukan, mengaduk, memasukan ke dalam komposter, dan memanen kompos setelah satu hingga dua bulan,” terang Idham.

Sumber : https://tangerangonline.id/2016/10/10/program-csr-sinar-mas-bsd-ajak-warga-kelola-sampah/

Purwadhika Startup & Coding School Hadir di BSD City

3

Sinar Mas Land baru saja meresmikan kehadiran Purwadhika Startup & Coding School di BSD City melalui acara grand opening yang diadakan di GOP 9, BSD Green Office Park. Hadirnya Purwadhika di BSD City menjadi sarana baru bagi para peminat teknologi yang ingin belajar dan mengetahui lebih banyak tentang dunia Information Technology (IT).

Purwadhika Startup & Coding School adalah sebuah institusi pendidikan yang menawarkan beragam program pendidikan dan pengetahuan tentang dunia teknologi informasi khususnya di bidang Startup dan keahlian Coding. Dengan kehadirannya, Purwadhika menjadi elemen baru yang akan memperkuat posisi BSD City dalam bertransformasi menjadi “The First Integrated Smart Digital City” di Indonesia.

Dimulai dengan program pendidikan Hardware, Software, dan Network & Communication Design, kini Purwadhika juga menawarkan pilihan program-program lain seperti Startup Fast Track, Job Connector, Internet of Things (IoT), Short Course, sertaWorkshop dan Event yang selalu mengarah ke dunia Startup dan Coding.

“Sinar Mas Land merasa senang karena institusi pendidikan terpercaya seperti Purwadhika Startup & Coding School dapat bergabung bersama kami di BSD City. Kami yakin bahwa Purwadhika dapat memberikan program-program pendidikan terbaik di bidang IT khususnya untuk pembentukan Startup dan keahlian Coding,” ujar Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land.

Ia berharap bahwa hadirnya Purwadhika di BSD City dapat memberikan sarana pendidikan baru bagi masyarakat yang antusias dan ingin belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan Smart System & Smart Technology.

Didirikan dengan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara industri teknologi informasi terkemuka di dunia dan memajukan industri IT yang bertaraf internasional, Purwadhika hadir sebagai lembaga pendidikan dengan fokus pendidikan dibidang Startup, Coding, dan Internet of Things.

Bagi masyarakat yang ingin membangun IT Startup namun tidak memiliki background IT, keahlian teknikal, co-founder dan mentorship, Purwadhika menyediakan program Startup Fast Track. Sedangkan program Job Connector dibentuk untuk menghasilkan para software developer yang nantinya akan disalurkan bekerja ke perusahaan startup atau lainnya.

Purwadhika juga menawarkan program baru yaituInternet of things (IoT) yang diperuntukan bagi para pelaku industri, remaja, maupun anak-anak yang berminat mengetahui seluk beluk bagaimana internet dapat terhubung kepada kehidupan sehari-hari dan bisnis.

“Dengan hadirnya program-program yang kami tawarkan, diharapkan nantinya akan lahir para IT entrepreneur yaitu para pelaku startup baru dari Indonesia, serta paraSoftware Developer yang dapat mendukung Startup Ecosystem di Indonesia,” pungkas Purwa Hartono MSCNG BSCS, Founder and President Purwadhika Startup and Coding School.

Sumber : https://arenalte.com/digital/purwadhika-startup-coding-school-hadir-di-bsd-city/

Silicon Valley-nya BSD City Ciptakan Kota Digital Pertama di Indonesia

download

Jika kita mengenal Sillicon Valley sebagai sebuah kawasan di ujung selatan San Francisco Amerika Serikat dengan memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi, komputer dan semikonduktor kelas dunia seperi Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!. Nah rupanya, di Indonesia pun akan segera hadir Silicon Valley yang rencana pembangunannya pertengahan tahun 2017 dan diperkirakan akan rampung di tahun 2019 nanti.

Sillicon Valley-nya Indonesia ini akan dibangun di kawasan BSD City Tangerang dengan nama Digital Hub. Rencanya kawasan seluas 26 hektar ini mengambil konsep kawasan komunitas digital yang pengembangannya dilakukan selama 15 tahun membutuhkan biaya Rp 5-7 Triliun.

Sama halnya dengan Sillicon Valley di Amerika Serikat, Digital Hub ini diperuntukkan untuk perusahaan teknologi dan digital mulai dari startup, incubator, institusi pendidikan yang bergerak di bidang Information and Communication Technologies (ICT), perusahaan teknologi hingga komunitas-komunitas digital. Yang teranyar, salah satu perusahaan teknologi dunia yang akan hadir yakni Aplle Inc. Apple Inc akan membangun Pusat penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) center.

Tak tanggung-tanggung, BSD City memboyong firma arsitektur ternama, NBBJ untuk merealisasikan Digital Hub. Kedepan, kawasan ini juga akan menargetkan pembangunan research center, institusi-institusi pendidikan dengan jurusan technology/ IT/science dan juga creative, serta beragam tipe usaha yang berkaitan dengan creative technology seperti animasi tiga dimensi (3D).

Meskipun Digital Hub ini belum sepenuhnya berdiri, saat ini telah banyak komunitas digital di BSD City seperti Purwadhika Startup & Coding School, My Republic, Huawei, Orami Bilna, SaleStock, EV Hive serta WGS Hub dan GeeksFarm.

Proyek Digital Hub BSD City merupakan komitmen BSD City untuk mengembangkan dunia pendidikan lewat program teknologi. Dengan harapan akan tercipta Sumberdaya manusia Indonesia yang semakin berkualitas.

Bukti BSD City Peduli Majukan Pendidikan di Indonesia

download

Siapa yang tak kenal BSD City. BSD City terkenal sebagai leading pengembang property di Indonesia namun  sebagai langkah purna bakti bagi negeri, BSD City tidak luput untuk ikut memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal itu terbukti dari terlibatnya BSD City bekerjasama membangun beberapa universitas dan inovasi-inovasi yang mendukung pengembangan pendidikan dalam negeri.

Hingga tahun ini, lebih dari 50 proyek besar dan lebih dari 10 ribu hektar lahan properti yang telah dikembangkan oleh BSD City di Indonesia.

Beberapa bentuk kerjasama yang dilakukan BSD City dalam dunia pendidikan diantaranya bekerja sama dengan Universitas Prasetya Mulya dalam memberikan edukasi kepada para pedagang kecil di Pasar Tradisional Modern BSD memberikan pelatihan manajemen pengembangan usaha dan melakukan asesemen proposal pengelolaan sampah di BSD City.

Selain dengan Universitas Prasetya Mulya, BSD City menjalin kerjasama dengan International University Liaison Indonesia (IULI). IULI sendiri merupakan universitas swasta yang didirikan pada tahun 2014, oleh pakar penerbangan Dr Ing Ilham Akbar Habibie yang berdiri di daerah The Breeze, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Di bidang penelitian, BSD City juga tengah bertransformasi menjadi integrated smart digital city melalui pembangunan sebuah kawasan Digital Hub seluas 25,86 Ha di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Digital Hub ini merupakan inovasi proyek terbaru yang dikhususkan untuk pengembangan lokasi usaha dan bisnis impian bagi perusahaan berbasis teknologi informasi, start up companies, software developer, programer, para peneliti, inovator, para penyelenggara inkubator/akselerator, entrepreneur, investor dan komunitas digital menjadikan BSD City sebagai pionir Integrated Smart Digital City di tanah air. Wow!

Jika berpikri BSD City hanya menjalin kerjasama dengan swasta, nah ini bisa membuktikan peran BSD City ikut memajukan pendidikan di Indonesia melalui kerjasama dengan universitas negeri. ITS, kampus yang berpusat di Surabaya ini menerima bantuan untuk pembangunan Auditorium Sinar Mas senilai Rp 3,2 Milyar pada Mei 2016.

Jika mengacu pada beberapa bukti tersebut, barangkali pemahaman kita akan berubah. Ternyata BSD City tidak hanya leading dalam pengembangan properti yang wah, tapi juga gak tanggung-tanggung bekerja sama mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik, sebaik suasana yang kita rasakan di kawasan BSD City Tangerang sana. Hmm Keren!

Sumber : http://www.kompasiana.com/edukasibsd/bukti-bsd-city-peduli-majukan-pendidikan-di-indonesia_58eae9bbef9273b34d15add0

Alasan Apple Pilih BSD Jadi Markas Riset di Indonesia

bsd-menangkan-pembatalan-ppjb-terhadap-sgu-yY5

Ada beberapa alasan Apple memilih kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten untuk menjadi markas pusat riset dan pengembangan mereka yang pertama di Indonesia. Salah satunya adalah banyaknya universitas yang bermukim di sana.

Ketersediaan sejumlah universitas di BSD seperti Universitas Atma Jaya, Prasetia Mulya, dan Bina Nusantara (Binus), merupakan salah satu pertimbangan utama Apple memilih kawasan itu.

Bahkan Apple diketahui telah menunjuk Binus sebagai mitra dalam operasional pusat riset dan pengembangan (R&D).

Seperti yang diketahui sebelumnya, Apple telah bernjanji berinvestasi di Indonesia untuk memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Apple berupaya memenuhi TKDN dengan membangun pusat riset dan pengembangan perangkat lunak.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar menuturkan Apple bermaksud menghasilkan tenaga ahli yang handal di bidang bahasa pemrograman dengan menyewa kantor di gedung Green Office Park 9 untuk sementara waktu.

“Alasan memilih di lokasi Green Office Park karena ke depannya di lokasi itu akan dibangun Digital Hub seluas 25 hektar,” ucap Sanny usai menghadiri pertemuan Menperin Airlangga Hartanto dan perwakilan Apple Asia Pasifik di Jakarta, Kamis (30/3).

Selain faktor banyaknya kampus di kawasan BSD, menurut Sanny Apple masih menunggu pembangunan Digital Hub di BSD yang dalam proses pembangunan. Digital Hub BSD yang dibangun Sinar Mas Land itu digadang-gadang akan menjadi Silicon Valley versi Indonesia.

Kawasan di Digital Hub tersebut, dari keterangan Sanny, direncanakan menjadi lokasi riset permanen Apple di BSD. Sebab di Green Office Park 9, Apple hanya akan menyewa kantor sementara saja.

“Di Green Office Park nanti kurang lebih akan menyerap 300-400 orang tenaga kerja yang akan dididik oleh mentor dari Apple untuk mengembangkan perangkat lunak,” jelas Sanny.

Di samping BSD, Apple diketahui membidik wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, untuk membangun pusat riset serupa. Sementara satu pusat riset lainnya diperkirakan berada di Pulau Jawa lagi. Nilai investasi Apple dalam proyek pusat riset di Indonesia mencapai US$44 juta atau sekitar Rp586 miliar.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170330182629-185-203843/alasan-apple-pilih-bsd-jadi-markas-riset-di-indonesia/

Pusat Inovasi Apple BSD City Akan Gandeng Universitas Bina Nusantara

pusat-inovasi-Apple-di-BSD-1440x564_c

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik rencana perusahaan teknologi dunia Apple Inc, untuk membangun pusat inovasi Apple di Indonesia. Potensi pasar yang besar menjadi perhatian perusahaan asal Amerika ini, tentu saja dengan memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Seperti dikutip dari rilis resminya, usai bertemu dengan Direktur South Asia Apple Michel Coulomb, Minggu (2/4), Airlangga mengatakan pusat penelitian itu ditargetkan mulai beroperasi pada Mei 2017. Selanjutnya bakal menyerap sebanyak 400 tenaga kerja lokal.

“Kami mengapresiasi terhadap upaya Apple yang telah mendukung kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal, investasi, dan inovasi akhirnya berbuah hasil baik. Pusat inovasi Apple juga bekerja sama dengan universitas yang di sana. Tahap pertama, mereka menggandeng Universitas Bina Nusantara,” katanya.

Pusat penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) center Apple yang pertama di Indonesia, lanjut Airlangga lokasinya terletak di BSD City, Tangerang Selatan.

“Untuk saat ini, mereka masih dalam tahap persiapan desain dan konstruksi dari beberapa fasilitas yang dibangun,” ujar Airlangga menuturkan.

Dikabarkan juga bahwa selain maembangun pusat inovasi Apple, mereka juga menurut Airlangga menambahkan, akan memberikan program pelatihan dengan tujuan untuk mencetak tenaga pengajar di pusat riset tersebut.

Menteri Airlangga menambahkan program pelatihan tersebut akan dapat dimanfaatkan pelaku industri lantaran mengembangkan aplikasi berbasis lingkungan atau Apple Environment, “Aplikasinya nanti juga bisa digunakan untuk enterprise,” imbuhnya.

Menurut rencana akan ada pusat penelititan lain yang dibangun Apple di Indonesia selain di BSD City, yakni di Sumatera Utara dengan nilai investasi mencapai sebesar US$ 44 juta atau sekitar Rp 586 miliar yang ditanamkan Apple untuk membangun pusat inovasi di Indonesia.

Sumber : http://www.penamerdeka.com/12190/pusat-inovasi-apple-di-bsd-city-akan-gandeng-universitas-bina-nusantara.html

Sinar Mas Land Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang TOP CSR Award 2017

93945_322

Sinar Mas Land berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP CSR Award 2017, penghargaan pertama diberikan kepada Sinar Mas Land dalam kategori “TOP CSR on Property & Real Estate Sector” dan penghargaan kedua diberikan kepada Dhony Rahajoe sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land dalam kategori “Top Leader on CSR Commitment”. Pengakuan resmi ini dihasilkan lewat persidangan ketat yang melibatkan konsultan serta pakar CSR sebagai dewan juri TOP CSR 2017 pada tanggal 13 Januari 2017.

Sinar Mas Land mengusung lima program CSR diantaranya adalah Pasar Rakyat School, Bedah Rumah, Program Green Building, Revitalisasi Kalijodo, dan Program Festival Hijau yang salah satunya berhasil memenangkan penghargaan bergengsi tersebut dengan dasar penilaian berbasis ketentuan ISO 26000, nawacita dan strategi bisnis.

“Sinar Mas Land menjalankan Program CSR yang efektif dan berkualitas sejalan dengan bisnis perusahaan, agar perusahaan bersama masyarakat akan tumbuh dan berkembang bersama di dalam pembangunan Kota Mandiri. Sebagai pengembang terpercaya di Tanah Air, Sinar Mas Land terus berupaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi “green” di setiap proyeknya,” tulis Sinar Mas Land dalam keterangan tertulisnya yang diterima indopos.co.id Rabu (5/4).

Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi Green Building, Mall tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’, jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau yang diselenggarakan setiap tahun.

Sejauh ini Sinar Mas Land telah menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan, dan mengembangkan taman kota serta hutan kota.

Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program-program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan dapat menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land seperti penyediaan tempat usaha untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lainnya. Sinar Mas Land juga melakukan edukasi para pedagang di Pasar Modern BSD City melalui program “Pasar Rakyat School”.

Program tersebut dilaksanakan rutin setiap satu bulan sekali dan bekerja sama dengan sejumlah institusi pemerintahan dan universitas. Materi yang diajarkan juga beragam setiap sesinya seperti “Tata Cara Cashflow Sederhana Dalam Mengelola Keuangan Berdagang”. Sinar Mas Land membangun pasar modern di BSD City pada tahun 2004  diatas lahan seluas 3,2 ha.

“Hal ini dilakukan demi mengangkat status Pasar Tradisional yang citranya kumuh menjadi Pasar Tradisional Modern yang lebih tertata rapi dan bersih di BSD City, sehingga dapat mendukung dunia perdagangan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM,” tulis rilis tersebut.

Pasar Modern BSD City tahap pertama tersebut kerap dijadikan percontohan konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern oleh pemerintah dan swasta. Selain itu Kementerian Perdagangan atau Kemendag akan bekerja sama dengan pengembang Sinar Mas Land sebagai pengelola pasar modern di Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Sejak diluncurkan, hingga saat ini Pasar Modern BSD City sudah menampung lebih dari 800 UMKM dan mampu bersaing dengan retail raksasa. Selain Pasar Modern BSD City, Sinar Mas Land juga mengembangkan konsep pasar tradisionalnya di sejumlah tempat diantaranya; Pasar Modern Intermoda di BSD City yang menampung 800 UMKM, Fresh Market Kota Wisata Cibubur 600 UMKM, Pasar Modern Grand Wisata Bekasi 600 UMKM. Secara keseluruhan hampir 3.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang telah dibina Sinar Mas Land.

Sumber : http://indobisnis.indopos.co.id/read/2017/04/05/93945/Sinar-Mas-Land-Raih-Penghargaan-Bergengsi-di-Ajang-TOP-CSR-Award-2017