BSD Mendukung Penuh Pendidikan dan Teknologi Indonesia

download

Pengembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah menjadi hal yang sangat penting dalam memajukan pendidikan serta mendorong kreativitas mahasiswa. Melihat hal ini BSD sangat antusias dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Ishak Chandra Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land mengatakan, “Masyarakat semakin sadar pentingnya pendidikan terutama jenjang pendidikan tinggi. karena sekarang dunia kerja menuntut para pekerjanya untuk semakin terampil dan cepat belajar. Oleh karena itu, dalam setiap proyeknya Sinar Mas Land selalu dilengkapi fasilitas pendidikan yang sangat baik.”

Namun kerjasama BSD dengan Institut Teknologi dan Sains Bandung menjawab tantangan penghematan energi dan pemanasan global, dengan menciptakan e-bike melalui pendekatan desain produk industri, tidak sekedar mengandalkan solar cell (panel surya), namun juga aspek-aspek lain seperti standar ergonomic, material, penampilan, dan kelayakan produksi.

BSD memberikan dukungan terhadap pendidikan membuahkan hasil, salah satu mahasiswi ITSB, Giasa Lutfiah telah suskes merancang sepeda listrik bertenaga surya “Energy Bike atau e-bike” dalam tugas akhirnya di tahun 2016. Giasa menjadi innovator e-bike dan kampanye Produk Indonesia Jati Diri Bangsa yang diluncurkan Sinar Mas.

Dalam bagian lain ITSB memiliki visi Eco-Industry Oriented University, diprogramkan untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi pada bidangnya dan diarahkan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam era industrialisasi, globalisasi, otonomi daerah dan pembangunan nasional, sehingga ITSB pada tanggal 27 Januari 2016 lalu, bersama tiga program studi ITSB melakukan kuliah lapangan ke Sinar Mas Land Plaza, Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD). Kuliah Lapangan Pengetahuan Dasar Arsitektur, Desain Interior serta Lingkungan dan Sumberdaya Alam PWK ini diikuti oleh Prodi Arsitektur (Ars), Desain Interior (DI) dan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dengan jumlah peserta sebanyak 37 mahasiswa dan 11 dosen pendamping.

Dalam hal tersebut BSD sangat antusias dalam menerima kuliah lapangan yang diadakan ITSB pada tahun lalu. Karena mengingat kembali komitmen Sinar Mas Land dalam dunia pendidikan serta memperkuat beragam kerjasama dengan aktivitas-aktivitas pendidikan yang sukses diadakan oleh perusahaan, dan juga mendorong perkembangan dunia pendidikan yang menjadi pintu utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, serta Sinar Mas Land pun tak luput dalam memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa/mahasiswa yang kurang mampu sebagai salah satu program unggulan CSR tahun 2017.

Mempertanyakan Status Kampus SGU saat ini

Terkuak fakta Swiss German University (SGU) saat ini telah memliki gedung dan lahan bangunan baru tentunya mengurangi rasa kekhawatiran para oarang tua mahasiswa, namun dalam hal ini pun perlu mengkaji kembali apakah sewa gedung sudah sesuai aturan yang tertuang dalam Kepmendiknas No 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi pasal 12 ayat (1) antara lain disebutkan, syarat mendirikan perguruan tinggi harus memiliki tanah sendiri dengan bukti sertifikat atau disewa/kontrak untuk sekurang – kurangnya 20 tahun.

Menurut surat yang beredar disebutkan bahawa pihak YSGUA hanya menyewa kampus untuk 2-3 tahun ke depan, sedangkan persyaratan Kepmendiknas No 234/U/2000 harus memiliki kampus atau sewa minimal 20 tahun. Mengingat tentang peraturan pada Kepmendiknas No 234/U/2000 ini bukan hal sepele. Kepada pihak Yayasan harus dapat menjamin kelangsungan kuliah mahasiswanya dan juga nasib masa depan para mahasiswa.

Tentunya dengan memiliki gedung yang baru menjadi suatau kebanggaan dan kenyamanan buat para mahasiswa, tetapi untuk gedung yang sudah disewa saat ini pun harus sesuai dengan aturan Kepmendiknas No 234/U/2000 dan mentaati aturan – aturan yang berlaku. Karena bagaimana pun dengan ketidak adanya kampus atau pihak yayasan akan membuat kekhawatiran dan keresahan pihak orang tua untuk yang kedua kalinya karena mengingat status gedung yang masih belum jelas.

Namun pihak YSGU pun perlu menerima kemungkinan atau konsekwensi – konsekwensi seperti dalam aturan PermenRisitekDikti 50/2015 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan dan Pencabutan izin PTS antara lain disebutkan ketiadaan sarana dan prasarana dapat membawa konsekwensi pencabutan izin operasional. Tentunya hal ini menjadi pertimbangan pihak YSGUA dan seluruh jajaran pendiri PTS di tanah air, agar lebih cermat dan mentaati peraturan di negri ini.

Sinar Mas Land Sangat Antusias Dalam Memajukan Dunia Pendidikan di Tanah Air

 

Sinar Mas Land selalu mendukung serta berkomitmen penuh dalam memajukan dunia pendidikan di tanah air. Sebagaimana pendidikan merupakan hal mendasar yang dapat melahirkan pribadi -pribadi cerdas dan berkualitas yang dapat memajukan karakter bangsa, Sinar Mas Land dengan segala bentuk komitmenya telah ikut mendorong secara penuh hadirnya beberapa kampus-kampus perguruan tinggi swasta terbaik di proyek-proyek milik Sinar Mas Land, seperti International University Liaisons Indonesia (IULI), Universitas Prasetiya Mulya dan Unika Atma Jaya di BSD City, serta Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), sebuah kerja sama antara ITB dengan Sinar Mas yang hadir di Kota Deltamas yang dikembangkan Sinar Mas Land di Cikarang.

Khusus di bidang pendidikan arsitektur, Sinar Mas Land aktif mendorong munculnya bibit-bibit unggul arsitek dengan mengadakan kompetisi Sinar Mas Land Young Architect Competition (SML YAC).

Masih belum cukup, dengan rencana melibatkan dunia pendidikan dan penelitian, Sinar Mas Land melalui BSD City juga tengah bertransformasi menjadi integrated smart digital city melalui pembangunan sebuah kawasan Digital Hub seluas 25,86 Ha di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Sebagai lokasi usaha dan bisnis impian bagi perusahaan berbasis teknologi informasi, start up companies, software developer, programer, para peneliti, inovator, para penyelenggara inkubator/akselerator, entrepreneur, investor dan komunitas digital menjadikan BSD City sebagai pionir Integrated Smart Digital City di tanah air. Keberadaan berbagai infrastruktur tersebut memperkuat peran Digital Hub di Indonesia. Dalam menggarap proyek ini, Sinar Mas Land bekerja sama dengan sejumlah universitas sebagai talent pool, sehingga keberadaan sejumlah universitas di BSD City menjadi sangat penting dalam pengembangan Digital Hub.

Selanjutnya Sinar Mas Land turut aktif dalam memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa/mahasiswa kurang mampu sebagai salah satu program unggulan CSR tahun 2017. ‘’Kami menyadari sangat banyak anak pintar yang berprestasi namun kondisinya kurang beruntung,” jelas Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land.

Namun dukungan yang diberikann sinar Mas Land terhadap pendidikan ini sangat membuahkan hasil, salah satu mahasiswi ITSB, Giasa Lutfiah telah suskes merancang sepeda listrik bertenaga surya “Energy Bike atau e-bike” dalam tugas akhirnya di tahun 2016. Giasa menjadi innovator e-bike dan kampanye Produk Indonesia Jati Diri Bangsa yang diluncurkan Sinar Mas. Menjawab tantangan penghematan energi dan pemanasan global, Giasa berhasil menciptakan e-bike melalui pendekatan desain produk industri, tidak sekedar mengandalkan solar cell (panel surya), namun juga aspek-aspek lain seperti standar ergonomic, material, penampilan, dan kelayakan produksi.

BSD City Ciptakan Kawasan Pendidikan Modern

 

Dengan lebih dari 50 proyek besar yang telah dikembangkan di Indonesia, dan juga memiliki lebih dari 10.000 ha BSD disebut sebagai pengembang properti terbesar dan paling terpecaya di Indonesia.
Namun BSD tetap menjadikan fokus utamanya pada dunia pendidikan, diantara beberapa universitas yang bekerjasama salah satunya ialah International University Liaison Indonesia (IULI). IULI adalah sebuah universitas swasta yang didirikan pada tahun 2014, oleh pakar penerbangan Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, berdasarkan SK DIKTI No. 425/E/02014. Kampus International University Liaison Indonesia berada di daerah The Breeze, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Dengan kerjasamanya dengan IULI, BSD ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern juga lingkungan yang diapit oleh kawasan The Breeze dan BSD Green Office Park, lingkungan kampus IULI terkenal dengan keasrian dan kenyamananya. Kampus IULI dirancang dengan prinsip ramah lingkungan yang memberikan sebuah kolaborasi antara lingkungan belajar yang inovatif dan berkelanjutan dengan teknologi mutahir untuk mendukung pengembangan mahasiswa.

BSD akan terus memperkuat komitmennya terutama dalam bekerjasama didunia pendidikan dan memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa/mahasiswa kurang mampu sebagai salah satu satu program unggulan CSR tahun 2017.

Majelis Hakim: PT SGU Melakukan Wanprestasi

beasiswa

TANGERANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, mengabulkan gugatan pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas tanah dan bangunan yang diajukan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) terhadap tergugat PT Swiss German University (SGU). Dengan begitu pembatalan PPJB yang diajukan penggugat (BSD) kini sah secara hukum.
Sidang Majelis Hakim yang berlangsung Senin (9/1/2017) kemarin dipimpin Wahyu Widya dengan Tuty Haryadi dan Yuferry F Rangke sebagai anggota.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim secara bergantian itu Hakim Ketua Wahyu Widya mengatakan, pihak tergugat (SGU) telah melakukan wanprestasi. Berdasarkan PPJB, SGU memiliki kewajiban, antara lain, membayar angsuran harga pengikatan kepada PT BSD termasuk PPN yang jatuh tempo pada tanggal 29 Januari 2011, 29 Januari 2012, 29 Januari 2013, 29 Januari 2014, 29 Januari 2015 dan 29 Januari 2016. Namun, PT SGU tidak melakukan kewajiban membayar sesuai termin yang ditetapkan dalam PPJB.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan alasan tergugat bahwa pembayaran baru akan dilakukan setelah PT BSD menyerahkan tanah stage II dan bangunan stage I B, tidak tercantum dalam PPJB. Dalam pasal 3 PPJB ayat 1b disebutkan, tanah dan bangunan stage 1B dan tanah stage 2 akan disepakati bersama oleh para pihak. Jadi, menurut hakim, belum ada kesepakatan bersama para pihak untuk menyerahkan tanah dan bangunan tersebut.

Majelis hakim juga menolak gugatan rekonpensi (gugatan balik) yang diajukan PT SGU. Alasannya, Prikanti Kanter yang menjabat sebagai Presiden Direktur di PT SGU tidak berwenang menunjuk kuasa hukum. Untuk menunjuk kuasa hukum harus persetujuan dua direktur sesuai AD/ART PT SGU. Dengan alasan itu, hakim menilai gugatan rekonvensi tidak perlu dibahas lagi.

Pada bagian lain, Majelis Hakim menyatakan berita acara fitting out (pinjam pakai) tanah dan bangunan yang selama ini digunakan sebagai kampus Swiss German University (SGU) batal demi hukum.
”Hal itu diatur dalam Pasal 2 Berita Acara Fitting Out dan Pinjam Pakai (BAFOPP), BSD berhak mengakhiri pinjam pakai jika SGU lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana tersebut dalam PPJB, termasuk membayar angsuran harga pengikatan. Dan sesuai Pasal 14 BAFOPP, apabila pembeli lalai dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana tersebut dalam PPJB, maka BAFOPP tersebut berlaku sebagai surat kuasa khusus untuk mengosongkan tanah dan bangunan,” ujar Hakim.

Majelis hakim juga menghukum tergugat konpensi/penggugat rekonpensi membayar biaya perkara.

Diketahui, hampir 7 tahun sejak Januari 2011 SGU menunggak pembayaran kepada BSD. Pihak PT BSD menggugat pembatalan PPJB terhadap PT SGU atas tanah dan bangunan yang dijadikan sebagai kampus SGU. Pihak SGU melanggar kesepakatan atas pembayaran cicilan tanah dan bangunan yang digunakan sejak 2010 lalu kepada PT BSD. Mediasi telah dilakukan berkali-kali tapi gagal. Akhirnya, PT BSD melayangkan gugatan pembatalan PPJB ke Pengadilan Tangerang.

Uang Kontrakan dan SGU

1

Khusus untuk para pengontrak/yang biasa kos pasti sudah lebih paham akan aturan – aturan dalam melakukan perjanjian kepada pemilik kos, secara prosedur pihak penyewa dan pengontrak, telah menandatangani perjanjian dengan bermaterai antara pihak pemilik dan penyewa, dengan menandatangani diatas materai artinya bersifat perdata dan dokumen atau perjanjian dapat digunakan di pengadilan,
Lalu apa yang terjadi jika pihak penyewa tidak bayar kontrakan, selama BERtahun – tahun?? atau tidak berusaha untuk nyicil pembayaran kontrakan. Yang dirugikan dalam hal ini adalah pemilik kontrakan. Niat setiap pemilik kontrakan menyewakan supaya mendapatkan untung, tapi kalo si pengontrak tidak bayar cicilan siapa yang dirugikan. Jelas si pemilik kontrakan dong.

Swiss German University adalah universitas bertaraf Internasional sejak 2010 telah menggunakan lahan dan prasarana milik PT.BSD. Sebelum mengontrak pihak SGU sudah menandatangani perjanjian – perjanjian serta aturan dalam menyewa yang telah di tandatangani materai sebesar 6000 oleh pihak SGU. Seperti yang terkuak faktanya bahwa SGU ini adalah Universitas swasta termahal no 2 di Indonesia yang bertaraf Internasional setidaknya dapat menyisihkan beberapa persen dari uang pembangunan setiap mahasiswa.
Hingga bertahun – tahun tidak ada itikad yang indah dari pihak SGU untuk bayar, PT BSD akhirnya membawa ke pengadilan mengenai hal ini dan membatallkan PPJB dengan SGU. Namun sampai dengan keadaan saat ini BSD mengambil alih kembali lahan dan prasarana yang selama ini di gunakan SGU, itu semata – mata PT BSD mengambil kembali hak nya, yayasan SGU dapat bertindak secara tegas dari sebelum nya, misalnya dapat beritikad baik membayar cicilan kepada PT. BSD. Karena bagaimana pun sebelum mendirikan PTS perlu memahami Kepmen No 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian perguruan Tinggi. Dalam Kepmen tersebut, ditegaskan, salah satu syarat mendirikan perguruan tinggi adalah, memiliki tanah tempat mendirikan perguruan tinggi dengan bukti sertifikat sendiri atau disewa/dikontrak minimal 20 tahun.

Dan pada tanggal 17 Desember 2016 lalu pihak BSD mengambil alih kembali lahannya, karena semata – mata mengambil haknya yang telah di rugikan oleh pihak SGU karena selama 7 tahun tidak membayar cicilan sepeser pun. Harapannya dari pihak yayasan SGU dapat mempertanggung jawabkan nasib mahasiswanya yang telah dirugikan baik secara psikologis dan financial. Dalam hal ini mahasiswa bisa lebih kritis dalam menanggapinya karena bagaimana pun mahasiswa telah menjalankan kewajibanya dengan membayar uang bagunan. Namun pihak YSGU yang tidak segera membayarkan kewajibannya kepada PT. BSD, seperti perjanjian yang telah di setujui sebelumnya.

Namun PT BSD berinisiatif tetap memberikan dukungan penuh serta mengakomodasir serta memberikan solusi yang terbaik sesuai kemampuan,
Pertama, Mahasiswa tingkat akhir SGU yang membutuhkan sarana laboratorium dan hanya tersedia di gedung milik BSD yang sebelumnya digunakan sebagai kampus SGU, BSD memfasilitasi para mahasiswa dengan lebih dahulu mengajukan permohonan tertulis kepada BSD, PT BSD melalui Yayasan Swiss German University Asia, dan mengikuti persyaratan serta ketentuan lain yang ditetapkan BSD demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak,” ujar Reno, Kuasa Hukum BSD’’.
Kedua, jika terdapat mahasiswa SGU yang bermaksud melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi lain berlokasi di sekitar BSD City seperti Universitas Atmajaya, Universitas Prasetya Mulya, International University Liaison Indonesia/IULI, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Bina Nusantara, maka BSD menawarkan bantuan berupa beasiswa sebesar 50% (lima puluh persen) dari biaya kuliah selama 2 (dua) tahun pertama. Perpindahan ke perguruan tinggi lain tersebut dilakukan sendiri oleh mahasiswa sesuai prosedur UU Sisdiknas dan juga sesuai peraturan Dikti dan Kopertis 4.

BSD Berikan Beasiswa Pada Mahasiswa SGU

Sebelumnya, Sekjen Komnas Pendidikan, Andreas jauh-jauh hari sudah memberikan warning bahwa Yayasan Swiss German University Asia (YSGUA) sebagai penyelenggara pendidikan di SGU harus bertanggung jawab atas hak-hak dan kelangsungan masa depan pendidikan mahasiswa jika pengadilan membatalkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas tanah dan gedung milik PT BSD yang kini dijadikan sebagai kampus.
Melihat situasi dan kondisi saat ini Swiss German University (SGU) tidak mempunyai gedung sendiri maka PermenRistekDikti memberikan peringatan kepada Yayasan SGU, terkait perizinan pendirian Universitas. Sesuai dengan peraturan Pendirian Perguruan Tinggi. Dalam PermenRistekDikti 50/2015 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan dan Pencabutan Izin PTS antara lain disebutkan ketiadaan sarana dan prasarana dapat membawa konsekwensi pencabutan izin operasional. Bila PermenRistekDikti 50/2015 dikaitkan dengan status tanah dan kampus SGU saat ini, yayasan SGU sebagai penyelenggara atau pengelola pendidikan di SGU tidak memenuhi syarat yang tertuang dalam PermenRistek Dikti.

Namun hal ini menjadi kekhawatiran pada semua orang tua mahasiswa, serta menjadi banyak pertanyaan mengenai nasib putra – putrinya
Untuk itu PT BSD berinisiatif menanggulangi rasa kekhawatiran para orang tua mahasiswa dan memberikan dukungan penuh serta mengakomodasir dengan tulus dan ikhlas memberikan solusi yang terbaik sesuai kemampuan.

Pertama, Mahasiswa tingkat akhir SGU yang membutuhkan sarana laboratorium dan hanya tersedia di gedung milik BSD yang sebelumnya digunakan sebagai kampus SGU, BSD memfasilitasi para mahasiswa dengan lebih dahulu mengajukan permohonan tertulis kepada BSD, PT BSD melalui Yayasan Swiss German University Asia, dan mengikuti persyaratan serta ketentuan lain yang ditetapkan BSD demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak,” ujar Reno, Kuasa Hukum BSD’’

Kedua, jika terdapat mahasiswa SGU yang bermaksud melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi lain berlokasi di sekitar BSD City seperti Universitas Atmajaya, Universitas Prasetya Mulya, International University Liaison Indonesia/IULI, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Bina Nusantara, maka BSD menawarkan bantuan berupa beasiswa sebesar 50% (lima puluh persen) dari biaya kuliah selama 2 (dua) tahun pertama.
”Perpindahan ke perguruan tinggi lain tersebut dilakukan sendiri oleh mahasiswa sesuai prosedur UU Sisdiknas dan juga sesuai peraturan Dikti dan Kopertis 4,” jelas Reno.